Alhamdulillah, 115 Tenaga Medis NTB Sembuh dari C0r0n4

Sementara itu, sekitar 115 tenaga medis yang terjangkit Covid-19 sudah sembuh. Mereka akhirnya bisa pulang. Tapi 66 orang yang baru sembuh harus isolasi mandiri selama 14 hari.

”Wajib isolasi sebelum kembali melayani masyarakat di pusat-pusat pelayanan kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, dalam keteranganpersnya, kemarin (10/6).

Ia mengaku senang dengan sembuhnya para petugas medis. Bila sudah pulih, mereka bisa kembali membantu pelayanan penanganan Covid-19. ”Semua berkat doa bapak ibu semuanya,” kata Eka.

Dalam tiga hari terakhir, jumlah pasien sembuh di NTB terus meningkat. Jumlahnya lebih banyak dibandingkan pasien positif baru. Kemarin, ada tambahan 23 pasien sembuh. Sehingga total pasien sembuh mencapai 508 orang dari 868 kasus.

Sayangnya, jumlah pasien meninggal juga terus bertambah hingga 33 orang. Dalam rilis terbaru, empat pasien Covid-19 meninggal dunia. Sementara 327 orang masih dirawat.

Eka menambahkan, untuk meningkatkan penanganan, pemprov melaksanakan kegiatan berupa disinfeksi dan sosialisasi protokol kesehatan di tempat-tempat umum.

Selain itu, respon penanggulangan yakni pelacakan kontak pasien, pool test di tiga gili yakni sosialisasi dan pelaksanaan, penambahan tenaga kiriman dari Kemenkes, melengkapi alat, bahan/reagen, operasional.

Juga menambahkan 500 TCM untuk RSUP, RS Manambai, RS Kota Mataram dan ditambah lagi dengan RRS Selong. Selain itu, mereka berencana melaksanakan pool test di daerah beresiko seperti pasar, daerah resiko tinggi, pesantren, sekolah.

Terpisah, Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah dalam rapat koordinasi Gugus Tugas Covid-19 NTB senang dengan kurva jumlah pasien sembuh dengan jumlah pasien yang dirawat membaik.

Meski demikian, penanganan Covid-19 harus ditingkatkan, kekompakan harus tetap dijaga agar wabah hilang dari NTB. ”Dengan kekompakan kita semua, mudah-mudahan kita dapat menangani wabah ini semakin baik lagi,” katanya.

Ia mengingatkan, protokol kesehatan Covid-19 sangat penting diterapkan untuk mencegah penularan. ”Sampai ditemukannya vaksi, yang paling penting bagaimana kita hidup dengan protokol kesehatan,” katanya.

Mengingat tingginya orang positif tanpa gejala (OTG) di NTB, ia meminta seluruh petugas mengedukasi pasien OTG agar melaksanakan isolasi mandiri dengan benar.