Potret Nenek Sumiyati Alami Lumpuh Dirawat Satgas TNI, Bilang 'Mau Ikut Pak Tentara'
Prajurit TNI menjalankan tugas negara dikirim ke berbagai wilayah, sudah menjadi hal yang biasa didengar oleh masyarakat. Kali ini para anggota Satgas Pamtas Yonif MR 411/Pandawa Kostrad Pos Kout Sota, Merauke baru saja menyelesaikan misi mulianya.
Para prajurit TNI ini merawat seorang nenek lumpuh bernama Sumiyati, sejak Februari lalu. Nenek ini hidup sebatang kara, setelah suaminya meninggal. Dia mengaku bahagia dirawat oleh para tentara, sampai ingin ikut pulang bersama. Simak informasi lengkapnya berikut iniini dilansir dari channel YouTube TNI AD.
Hidup Sebatang Kara

Komandan Satgas Yonif MR 411/PDW Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya mengungkapkan Nenek Sumiyati kini hidup sebatang kara. Sebelumnya dia merantau bersama suaminya, Kakek Sudono pada 2009.
Wanita yang akrab disapa Mbah Ompong tersebut sempat membuka usaha warung di rumahnya. Kenyataan pahit semakin menderu, saat Sumiyati harus melepas kepulangan suami tercinta pada Sang Pencipta pada 19 Februari 2020 akibat sakit komplikasi.
Mengalami Lumpuh Setengah Badan

Tak ada sanak saudara di daerah perantauan. Apalagi keadaan Nenek Sumiyati yang lumpuh setengah badan, begitu sulit menjalani aktivitas sehari-hari. Sehingga para Prajurit TNI yang membantu menggendong, memandikan, hingga menggantikan pakaiannya.
Kondisi kesehatan semakin terganggu karena usia. Pratu Ali Ahmad Rifa’i bersama empat orang tim kesehatan, secara bergantian menjaga dan merawat mbah Ompong. Keberadaan para tentara begitu membantu dan memotivasi, sehingga tetangga ikut andil.
Merawat Nenek Sumiyati 4 Bulan

Sejak sepeninggal sang suami, hingga bulan Mei lalu Nenek Sumiyati dirawat oleh para prajurit TNI, serta mengajarinya belajar jalan secara perlahan. Sebelum kembali, mbah Ompong telah mampu menjaga keseimbangan meski masih tertatih dalam berjalan.
"Sedangkan untuk makannya, sehari-hari hanya mengandalkan dari uluran tangan tetangga sekitar rumah, kami juga membawakan makanan untuk kebutuhan Mbah Ompong untuk beberapa hari," papar Pratu Ali Ahmad Rifa’i.
Ingin Ikut Pak Tentara

Pratu Ali Ahmad Rifa’i mengungkapkan kondisi Nenek Sumiyati kian membaik. Dia juga berpesan pada warga untuk tetap memperhatikan keadaan Mbah Ompong tersebut, selepas purna tugas Pratu Ali dan tim yang bertugas.
Begitu bahagianya dengan keberadaan para Prajurit TNI, sampai ingin ikut pulang bersama. Nenek Sumiyati mengaku takut bila sendirian lagi.
"Ada tentara senang?," tanya perekam video.
"Senang, ada pak tentara, mau ikut," tukas mbah Ompong.
"Kalau nggak ada pak tentara, takut," imbuhnya.
Segera Dipulangkan ke Kampung Halaman

Keadaan Nenek Sumiyati telah dilaporkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Merauke. Rencanaya akan diantar kembali ke kampung halamannya di Kediri, Jawa Timur.
Bentuk peduli serta perhatian anggota Satgas Pamtas Yonif MR 411/Pandawa Kostrad Pos Kout Sota, terhadap warga binaan di wilayah tugas, merupakan wujud Prajurit TNI AD yang mengabdi dan membangun bersama rakyat.
Tuai Pujian dari Netizen
Melansir dari akun Instagram tni_angkatan_darat, tindakan para Prajurit TNI langsung menuai pujian. Misinya di wilayah pelosok, tak hanya untuk menjaga wilayah saja, melainkan untuk mengabdi secara nyata pada masyarakat.
"Semangat untuk prajurit dan cintamu pada negeri," tulis markusadelbertp.
"Pandawa luar biasa...sehat selalu buat semuanya aamiin," tulis pri_yanasontopawiro.
"Semoga amal kalian2 menjadi pemberat amal kebaikan di akhirat kelak. Jayalah Yonif Mr 411/Pandawa Kostrad," tulis djaminto2.
"Menjadi contoh dan memelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya," tulis tonnyadriyanto.
"TNI gitu loh..nggak gengsi melakukan hal seperti itu dan tulus jauh dari pencitraan," tulis awliyaalthaf.
Video Kisah Haru Prajurit TNI di Merauke
Berikut video anggota Satgas Pamtas Yonif MR 411/ Pandawa Kostrad Pos Kout Sota merawat Nenek Sumiyati yang sebatang kara. Tinggal di Jalur 2 B, Kampung Sota, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua.
